Kategori

25 Sep 2015

0 Doa Seorang Anak Petani

Seorang anak petani miskin sangat ingin memiliki sebuah sepeda. Mendekati hari ulangtahunnya, ia menulis surat kepada Tuhan,

"Kepada, Yth. Tuhan
  
Aku, anak seorang petani miskin. Ayahku hanya berpenghasilan sedikit sedangkan ibuku hanya buruh cuci. Aku ingin sekali memiliki sebuah sepeda. Namun, ayahku tidak mampu membelikannya.
Bisakah kau memberikan aku uang sebesar Rp.1.000.000, karena selain untuk diriku, uang itu akan kugunakan pula untuk keluargaku.
Terima kasih, Tuhan."

Si anak mengirimkan surat itu kepada tukang pos. Namun karena surat itu dikirim tanpa amplop, seorang tukang pos membacanya. Dan ia pun iba dengan surat yang ditulis oleh anak tersebut.
Tukang pos tersebut, kemudian mengirimkan surat tersebut ke gedung DPR.

Seorang anggota DPR yang iba membaca surat itu kemudian mengirimkan uang Rp.150.000,- karena menganggap uang 1juta terlalu besar untuk anak seusianya.

Beberapa hari kemudian, anggota DPR itu kembali menerima surat dari anak petani itu yang ditujukan untuk Tuhan..

"  
Kepada, Yth. Tuhan
Terima kasih atas uang yang telah diberikan kepadaku. Uang ini cukup untuk membeli sepeda bekas di desaku.
Tapi, jika engkau ingin mengirimkanku uang lagi. Jangan lewat DPR ya Tuhan, uang aku dikorupsi Rp. 850.000 disana.
Terima kasih, Tuhan."



.

24 Sep 2015

0 Robot Pendeteksi Kebohongan

Seorang profesor penemu ulung berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan. 
Dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu...

Sang profesor dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang... tapi anaknya tak kunjung pulang...

Ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang...

"Kamu dari mana ? Kenapa pulangnya telat?" tanya si profesor.

" Ada pelajaran tambahan pa" jawab sang anak

*PLAK* Sang robot menampar si anak...

"Nak, ini adalah robot buatan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!"

"Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman...", jawab si anak

"Film apa?" tanya profesor.
"Film Sinetron pa" jawab si anak.

*PLAK*

"Ayo katakan dengan jujur film apa ?" kata profesor.

"Maaf Ayah... saya menonton film dewasa"

Mendengar itu marahlah si profesor..

"Kamu itu ya... kurang ajar kamu ya... bikin malu saja ... perbuatan yang benar-benar memalukan..! !! Papa waktu seumuran kamu nggak pernah melakukan hal senakal itu...!"

*PLAK* si profesor ditampar robot

Suasana hening untuk beberapa saat...

Istri profesor yang melihat kejadian itu langsung berkata... "Huh, ayah-anak sama aja kelakuannya. Gimana pun juga dia anakmu, jadi ..... "

*PLAK*

Sang robot menampar istri profesor...

Dan ..... semua terdiam .....




.

Komentar Terkini

 

Himpunan Mahasiswa Hukum Unsurya Copyright © 2015 - |- Template created by O Judhazt - |- Click To See My Youtube Videos